Pages

Jumat, 18 Maret 2011

FUNCTIONAL SKILL


  1. Offering Help or Things (menawarkan bantuan / menawarkan sesuatu)
Untuk menawarkan bantuan, dapat digunakan ungkapan-ungkapan berikut:
- May I help you? 
- Can I help you?
- Could I help you?
- How can I be of assistance to you?
- How can I be of help to you?
- What can I help you
- What can I do for you? 
- How can I assist you?
- How can I help you?
- Let me help you?
- Do you want me to help you?
- Shall I …?
Cara memberi tawaran seperti menawarkan makanan atau minuman dalam bahasa Inggris lazimnya dengan menggunakan ungkapan Would you like…?, Would you care for …?, why don’t you have…?, How about having …? May I offer you …?
Contoh:
Tawaran Respon
- Would you like some bread?                                            Yes, please.
- Would you care for some coffee?                         No, thanks. I don’t drink coffee.
- Why don’t you have some biscuit, please?                        Thanks, I’d love to.
Jawaban untuk menerima tawaran antara lain: Yes please, Sure, Why not, Ofcourse, Certainly, I’d love to, It’s a good idea, That’s great. Untuk menolak tawaran digunakan ungkapan seperti: No, thanks, Please don’t bother, I’d love to but…, That’s great but…
  1. 2. Introducing (memperkenalkan)
Memperkenalkan Dri
Memperkenalkan Orang Lain
- I’d like to introduce myself.  
- My I introduce myself?
- Let me introduce myself!       
- I want to introduce myself
- I’d like you to meet … (nama)  
- This is my friend/boss/etc…(nama)
- Have you met…(nama)?
- May I introduce you to …(nama/jabatan)
- Let me introduce you to ….
- I want to introduce you to ….
  1. Inviting (mengundang/mengajak)
 
Undangan/Ajakan
Menolak
Menerima
- let’s + V1       
- Why don’t we …?    
- How about…?
- I’d like to invite you to…
- Would you like to…?
- I wonder if you’d like to
- I’m sorry I can’t 
- I’d like to but…
- I’m afraid I can’t
- No, let’s not.
- I’d love to  
- I’d like very much
- I’d be happy/glad to
accept
- Yes, I’d be delighted to.
- That’s good ide
  1. Expressing Thanks (terimakasih)
Ungkapan
Respon
Thank you 
Thank you very much
Thanks.
Thank you very much for… (kata benda)
I’m grateful for…(kata benda/noun)
You are welcome. 
That’s all right
Not at all
Don’t mention it
Thet’s all right
Any time
  1. Congratulations (ucapan selamat)
Ungkapan
Respon
Congratulations 
Congratulations on …
I’d like to congratulate you.
I’d like to congratulate you on…
It was great to hear…
It was to hear about….
Happy birthday to you.
Happy new year.
Good luck!
Have a nice holiday
Thank you 
Thank you and the same to you
Thank you. I need it.
Thank you very much.

  1. Sympathy (menyatakan rasa simpati)
Ungkapan-ungkapan perasaan simpati atas mala petaka/musibah yang dialami orang lain diantaranya:
  • I’m sorry to hear that
  • Oh, that’s too bad.
  • How awful!
  • How terrible!
  • Poor!
  1. Pleasure, Displeasure (senang & tidak senang)
Pleasure/senang
Displeasure/tidak senang
It’s really delightful/Iam delighted 
I’m satisfied
That’s great
That’s wonderful
It’s really a great pleasure
I’m dissatisfied 
We are fed up with…
I feel dosappointed
She is extremely displeased

  1. Satisfaction, Dissatisfaction ( kepuasan, ketidakpuasan)
Ketika kita akan mengungkapkan kepuasan atas kerja seseorang, kita dapat gunakan ungkapan:
  • Well done!
  • Great! Good work
  • I am satisfied with your work
  • You did well
  • Your job is satisfactory
  • I am so happy about this
  • I’m glad to what you’ve done
  • It’s really satisfying
Katika kita akan mengungkapkan ketidakpuasan atas kerja seseorang, kita dapat gunakan:
  • I’m not satisfied with work
  • You haven’t done well enough
  • I am really dissappointed
  • Sorry, but your work is not satisfactory
  • Oh, no!
  • It’s not very nice
  • It’s really not good enough
  1. Asking & Giving Opinion (meminta & memberi pendapat)
Asking Opinion
Giving opinion
How was the trip? 
How do you like your new house?
How do you think of Rina’s idea?
How do you feel about this dicition?
What is your opinions of the movie?
What are your feelings about it?
I think (that)…. 
In my opinion….
As I see, …
If you ask me, I feel…

10.  Agreement/approval, Disagreement/disapproval (setuju, tidak setuju)
Ketika kita merasa sependapat dengan opini orang lain, kita bisa mengatakan:
  • So do I
  • Yes, I agree with you
  • It is certainly
  • Exactly
  • That’s what I want to say
  • I am with you
  • I am on your side
Ketika kita merasa tidak sependapat dengan opini orang lain, kita bisa mengatakan:
  • Well, I don’t think so
  • I don’t think that is true
  • I disagree with …
  • I wouldn’t say that
  • Exactly not
  • I can’t say so
  • On contrary
  • I don’t buy that idea
11.  Fear, Anciety (ungkapan ketakutan, kegelisahan)
Fear
Respon
I am afraid 
I am feared
I am scared
I am terrified
The sound is horrifying
Don’t be afraid 
There is nothing to be afraid of
It is nothing

Anciety
Respon
I am worried about… 
I am anxious to know about…
I wondered if…
That made me worried
I have been thinking about ….
I am afraid if…
Take is easy 
Calm down
I know you are worried but…
It is not a big deal
Don’t worry
Stay cool
12.  Pain, Relief (ungkapan kesakitan, kelegaan)
Pain
Relief
Ouch! 
That was hurt
It is painful
It hurts me
I’ve got a backache/toothache/stomachache
I feel sore all over
My eyes hurt
I’m very relieved to hear… 
Finally, it was over
I feel relieved
I feel much better
I’m glad it’s over
That’s a great relief
I’m extremely glad to hear…
Thank goodness for that
Marvellous
What a relief!
13.  Like/Love & Dislike/Hate (suka/cinta & tidak suka/benci)
Like
Dislike
I love it 
I like it
I am keen on it
I am crazy about it
We all enjoy
(benda/noun/gerund)…is my cup of tea
I don’t really like it 
I dislike it
I am not really interested in…
I can’t enjoy…
(benda/noun/gerund)…is not my cup of tea
I can’t stand
I hate it
14.  Embarrassment & Annoyance (Ungkapan rasa malu, kejengkelan)
Embarrassment
Annoyance
I am embarrassed 
I feel ashamed
Oh my God
Shame on me
I don’t feel comfortable
I feel awkward
I am annoyed 
I had enough with it
I can’t bear it any longer
You made me annoyed
You are such a pain in the neck
You made me sick
15.  Request (permintaan)
Request
Acceptance
Refusal
Would it be possible for                                                      you to 
Would you be so kind as to
Would you…,please?
Would you mind …?
Any chance of…
Can you…?
I should be delighted to come 
By all means
I have no objection
I’d be happy to
Sure
Yeah
OK
No problem
Mmm
I regret to say that we find ourselves unable to go 
I’m afraid it’s not possible
I’m afraid not
Sorry
No, I won’t
Not likely
You must be joking
16.  Complaint, Blame (keluhan,menyalahkan)
Complaint
Blame
I’m not at all satisfied with the service 
I really do/must objec to the service
I take great exception to…
I want to complain about…
This is crazy!
You’re the one to blame 
It’s your fault!
It’s your mistake!
You’re wrong

17.  Regret, Apology (penyesalan, meminta maaf)
Regret
Apology
Much to my regret 
Sadly, I ….
Unfortunately
I’m terribly sorry
I honestly regret that I …
Sorry, I …
Please accept my apologies for what I did 
Please forgive me for what I did
I am extremely sorry
I really must apologies
May I offer you my sincerest apologies?
18.  Possibility & Impossibility (kemungkinan & ketidakmungkinan)
Menyatakan Kemungkinan
Menanyakan Kemungkinan
I think there is possibility to … 
I sassume/believe…
In all probability,…
it is going to be possible for me to…
that will probably …
it’s quite possible …
Do you think he/it could…? 
Would you say we’re capable of…?
Are you capable of…?
Are you able to…?
Do you have any experience of…?
Can you…?
Do you know how to…?
Do you think you can…?

Gerak Periodik

Gerak yang berulang dalam selang waktu yang sama disebut Gerak Periodik. Gerak periodik ini selalu dapat dinyatakan dalam fungsi sinus atau cosinus, oleh sebab itu gerak periodik disebut Gerak Harmonik. Jika gerak yang periodik ini bergerak bolak-balik melalui lintasan yang sama disebut Getaran atau Osilasi.
Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu lintasan bolak-balik disebut Periode, sedangkan banyaknya getaran tiap satuan waktu disebut Frekwensi. Hubungan antara periode (T) dan frekwensi (f) menurut pernyataan ini adalah :
T = 1/f atau f = 1/T
Pengaruh gaya terhadap ayunan
Gaya yang berpengaruh pada ayunan adalah mg sinΘ. Gaya tegangan tali saling menghilangkan dengan komponen gaya mg cos Θ. Gaya ini merupakan gaya pemulih atau gaya pegas sesuai hukum Hooke sebesar F= - kx , dan k=mω2. Untuk sudut Θ yang kecil maka sinΘ = x/ l, maka didapatkan :

T= 2∏√l/g
Pengaruh Gaya Pada Getaran Pegas
Benda bermassa m digantungkan pada ujung pegas, pegas bertambah panjang. Dalam keadaan seimbang, gaya berat w sama dengan gaya pegas F, resultan gaya sama dengan nol, beban diam. Bila beban disimpangkan dan dilepas maka pegas akan bergetar bergetar.
Gaya pegas merupakan gaya penggerak pada pegas tersebut, besarnya sesuai Hukum Hooke adalah:.
F = - k y ; k tetapan pegas, dan y adalah simpangan pegas
Karena ω2= k/m maka diperoleh : T = 2∏√m/k

Energi kinetik getaran selaras (EK) suatu titik bermasa m dengan kecepatan vy dapat dinyatakan secara matematis :
EK = ½ m Vy2 atau EK = ½ m ω2A2 cos 2 ωt
Sedangkan energi potensial (Ep ) getaran selaras dinyatakan dengan:
Ep = ½ k Y2 atau Ep = ½ m ω2A2 sin 2 ωt
Jumlah energi kinetik dan energi potensial adalah energi mekanik (Em).
Dari kedua persamaan didapatkan
Em = EK + Ep = ½ m ω2A2 cos 2 ωt + ½ m ω2A2 sin 2 ωt
Em = ½ m ω2A2
Karena m, ω, A konstan , maka Em = konstan
pernyataan ini disebut Hukum Kekekalan Energi Mekanik getaran selaras

Percepatan getaran selaras didapatkan dengan menurunkan kecepatan terhadap waktu t
ay = dVy/dt
= d(ωA cos ωt )/dt
ay = - ω2A sin ωt
atau
ay = -ω 2 Y

Sudut Fase
Besar sudut dalam fungsi sinus, yaitu (ωt + θo) disebut sudut fase θ (θ dalam radian), sehingga
θ = ωt + θo =2πt/T +θo

Fase
Persamaan θ = ωt + θo =2πt/T +θo dapat ditulis menjadi
θ = 2π(t/T+θo) = 2πφ, dengan φ dinamakan fase getaran. Jadi, fase getaran adalah φ = t/T + θo/2π
Selisih fase atau beda fase pada saat t = t1 dan t = t2 untuk t2 > t1 adalah
∆φ = φ1 - φ2 = (t2-t1)/T
Beda fase dalam gerak harmonik dinyatakan dengan nilai dari nol sampai dengan satu. Bilangan bulat dalam beda fase dapat dihilangkan, karenanya beda fase 1 1/3 , 2 ½ , 3 ¼ , dan seterusnya sama dengan fase 1/3 , ½ , ¼ , dan seterusnya.
∆φ = 0,1,2,3,... atau ∆φ = n
Dua kedudukan benda dinamakan sefase apabila beda fasenya nol dan berlawanan fase apabila beda fasenya setengah. Secara matematis dituliskan bahwa keadaan sefase
Berlawanan fase ∆φ = ½ , 1 ½ , 2 ½ ,...atau ∆φ = n+ ½
n adalah bilangan cacah 0,1,2,3,...
Kecepatan merupakan turunan pertama terhadap waktu dari simpangan.Untuk benda yang pada saat awal θo = 0, kecepatan sesaat diperoleh dari turunan pertama persamaan simpangan sebagai berikut
Vy = dY/dt =d(Asin ωt)/dt
Vy = ωA cos ωt
Dari persamaan Vy/ω = A cos ωt dan Y2 = A2 -A2 cos 2 ωt , sehingga
Y2= A2 - vy2/ω2
ω2y2 = ω2 A2 -vy2
Vy2= ω2 (A2 - y2)
Vy = ω√(A2-y2)

Pengaruh Narkoba terhadap sistem saraf


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Zaman globalisasi seperti saat ini mempengaruhi dan bahkan membuat nilai-nilai moral dalam kehidupan menjadi kurang diperhatikan lagi. Pergaulan semakin bebas sehingga memicu terjadinya perbuatan yang tidak baik bagi kesehatan, yaitu mengonsumsi Narkoba. Banyak faktor yang melandasi hal tersebut, seperti faktor pergaulan yang tidak sehat, ingin coba-coba, dan lain sebagainya.
Selain itu, faktor lainnya yaitu tidak adanya atau kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai efek samping atau akibat yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat terlarang seperti narkoba.
Maraknya penggunaan narkoba saat ini tidak hanya tren di kalangan para pemuda yang sudah tidak menduduki bangku sekolah lagi, saat ini penggunaan narkoba telah merajalela di kalangan para pelajar, orang dewasa dan bahkan pada usia lanjut. Semua itu dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai bahaya narkoba dan kurangnya sosialisasi dampak-dampak penggunaan narkoba bagi kesehatan. Oleh karena itu, penulis akan memfokuskan pembahasan mengenai dampak penggunaan narkoba terhadap sistem  saraf manusia.
1.2 TUJUAN
Penulisan makalah ini bertujuan untuk :
1.        Mengetahui jenis-jenis narkoba yang dapat mempengaruhi sistem saraf manusia
2.        Mengetahui bagaimana narkoba dapat berpengaruh terhadap sistem saraf manusia
3.       Mengetahui apa pengaruh narkoba terhadap system saraf manusia

1.3 MANFAAT

Dengan mempelajari makalah ini, para pembaca dapat mengetahui :
1.       Jenis-jenis narkoba yang dapat mempengaruhi system saraf manusia
2.       Bagaimana narkoba dapat berpengaruh terhadap system saraf
3.       Apa pengaruh narkoba terhadap system saraf manusia

BAB II
PEMBAHASAN
2. 1 TINAJUAN PUSTAKA
Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seseorang seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta prilaku seseorang jika masuk kedalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, disuntik, intravena dan lain-lain sebagainya.
Sebenarnya, narkoba ini digunakan di rumah sakit-rumah sakit, seperti narkotika yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pasien pada saat operasi. Untuk pemakaian ini, narkotika harus digunakan sesuai dengan dosis yang tepat dan di bawah pengawasan dokter. Namun, karena efeknya yang dianggap dapat membuat jiwa lebih tenang dan nyaman, ada upaya sebagian orang untuk menyalahgunakannya, yaitu menenangkan jiwa yang sedang kacau sehingga beban tersebut terasa hilang. Padahal, beban tersebut tetap ada, malahan pemakaian obat-obatan tersebut menambah masalah baru bagi dirinya, terutama kesehatannya. Masalah tersebut akan timbul apabila si pemakai telah merasa ketagihan, yaitu dengan rusaknya alat tubuh terutama sistem saraf, penurunan gairah seksual, dan kemandulan.
Sistem saraf adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menerima dan merespon rangsangan. Terdiri dari otak, saraf tulang belakang, simpul-simpul syaraf dan serabut syaraf.
Salah satu akibat narkoba adalah mempengaruhi kerja otak. Pemakaian narkoba sangat mempengaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh. Karena bekerja pada otak, narkoba mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya.
Menurut Laurensius Daniel Agen, SKM, Dosen Akper Darma Insan Pontianak, ada beberapa macam pengaruh narkoba pada kerja otak. Ada yang menghambat kerja otak, disebut depresansia, sehingga kesadaran menurun dan timbul kantuk. Contoh golongan ini adalah opioida yang di masyarakat awan dikenal dengan candu, morfin, heroin dan petidin. Kemudian obat penenang atau obat tidur (sedativa dan hipnotika) seperti pil BK, Lexo, Rohyp, MG dan sebagainya, serta alkohol. (Obat Narkoba berupa Home Formula Nomor 8 dengan panjang gelombang 453 nanometer bekerja pada sistem Medulla Oblongata sebagai anti-depresi).
Namun ada pula narkoba yang memacu kerja otak, disebut stimulansia, sehingga timbul rasa segar dan semangat, percaya diri meningkat, hubungan dengan orang lain menjadi akrab. Akan tetapi menyebabkan tidak bisa tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Contohnya adalah amfetamin, ekstasi, shabu, kokain, dan nikotin yang terdapat dalam tembakau. Ada pula narkoba yang menyebabkan khayal, disebut halusinogenika. Contoh LSD. Ganja menimbulkan berbagai pengaruh, seperti berubahnya persepsi waktu dan ruang, serta meningkatnya daya khayal, sehingga ganja dapat digolongkan sebagai halusinogenika.
Agen mengatakan, dalam sel otak terdapat bermacam-macam zat kimia yang disebut neurotransmitter. Zat kimia ini bekerja pada sambungan sel saraf yang satu dengan sel saraf lainnya (sinaps). Beberapa di antara neurotransmitter itu mirip dengan beberapa jenis narkoba. Semua zat psikoaktif (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lain) dapat mengubah perilaku, perasaan dan pikiran seseorang melalui pengaruhnya terhadap salah satu atau beberapa neurotransmitter. Neurotransmitter yang paling berperan dalam terjadinya ketergantungan adalah dopamin. (Obat Narkoba berupa Home Formula Nomor 2 bekerja pada kelenjar pineal,Obat Narkoba,HF 4 bekerja pada kelenjar Hipotalamus, Obat Narkoba,HF 5 bekerja pada kelenjar Limbic dalam otak untuk menormalkan sistem saraf dan mood)

2.2 ISI
Narkoba terdiri dari berbagai macam dan berbagai jenis, namun secara umum ada jenis tertentu dari narkoba yang tepat berpengaruh terhadap system saraf manusia.
Ada empat macam obat yang berpengaruh terhadap sistem saraf, yaitu:
  1. Sedatif, yaitu golongan obat yang dapat mengakibatkan menurunnya aktivitas normal otak. Contohnya valium.
2.       Stimulans, yaitu golongan obat yang dapat mempercepat kerja otak. Contohnya kokain. Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan. Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali. Kokain digunakan karena secara karakteristik menyebabkan elasi, euforia, peningkatan harga diri dan perasan perbaikan pada tugas mental dan fisik. Kokain dalam dosis rendah dapat disertai dengan perbaikan kinerja pada beberapa tugas kognitif. Pada penggunaan Kokain dosis tinggi gejala intoksikasi dapat terjadi, seperti agitasi iritabilitas gangguan dalam pertimbangan perilaku seksual yang impulsif dan kemungkinan berbahaya agresi peningkatan aktivitas psikomotor Takikardia Hipertensi Midriasis. Setelah menghentikan pemakaian Kokain atau setelah intoksikasi akut terjadi depresi pascaintoksikasi ( crash ) yang ditandai dengan disforia, anhedonia, kecemasan, iritabilitas, kelelahan, hipersomnolensi, kadang-kadang agitasi. Pada pemakaian kokain ringan sampai sedang, gejala putus Kokain menghilang dalam 18 jam. Pada pemakaian berat, gejala putus Kokain bisa berlangsung sampai satu minggu, dan mencapai puncaknya pada dua sampai empat hari. Gejala putus Kokain juga dapat disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium ).
3.       Halusinogen, yaitu golongan obat yang mengakibatkan timbulnya penghayalan pada si pemakai. Contohnya ganja, ekstasi, dan sabu-sabu.
  1. Painkiller, yaitu golongan obat yang menekan bagian otak yang bertanggung jawab sebagai rasa sakit. Contohnya morfin dan heroin. Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan, sedangkan Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini . Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.
Penggunaan obat-obatan ini memiliki pengaruh terhadap kerja sistem saraf, misalnya hilangnya koordinasi tubuh, karena di dalam tubuh pemakai, kekurangan dopamin. Dopamin merupakan neurotransmitter yang terdapat di otak dan berperan penting dalam merambatkan impuls saraf ke sel saraf lainnya. Hal ini menyebabkan dopamin tidak dihasilkan. Apabila impuls saraf sampai pada bongkol sinapsis, maka gelembung-gelembung sinapsis akan mendekati membran presinapsis.
Namun karena dopamin tidak dihasilkan, neurotransmitte tidak dapat melepaskan isinya ke celah sinapsis sehingga impuls saraf yang dibawa tidak dapat menyebrang ke membran post sinapsis. Kondisi tersebut menyebabkan tidak terjadinya depolarisasi pada membran post sinapsis dan tidak terjadi potensial kerja karena impuls saraf tidak bisa merambat ke sel saraf berikutnya.
Efek lain dari penggunaan obat-obatan terlarang adalah hilangnya kendali otot gerak, kesadaran, denyut jantung melemah, hilangnya nafsu makan, terjadi kerusakan hati dan lambung, kerusakan alat respirasi, gemetar terus-menerus, terjadi kram perut dan bahkan mengakibatkan kematian.
Untuk menyembuhkan para pencandu diperlukan terapi yang tepat dengan mengurangi konsumsi obat-obatan sedikit demi sedikit di bawah pengawasan dokter dan diperlukan dukungan moral dari keluarga serta lingkungannya yang diiringi oleh tekad si pemakai untuk segera sembuh. Hal yang paling penting adalah ditumbuhkannya nilai agama dalam diri si pemakai.

BAB III
PENUTUP
3.1   KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat diketahui bahwa ada beberapa jenis narkoba yang berpengaruh terhadap system saraf manusia antara lain Valium yang mempengaruhi kualitas moral otak, kokain yang mempengaruhi cara kerja otak, ganja, ekstasi & sabu-sabu yang mempengaruhi timbulnya penghayalan bagi diri si pemakai, dan yang terakhir adalah morfin dan heroin yang menekan bagian otak yang bertanggung jawab sebagai rasa sakit.
Sangat banyak bahaya yang dapat ditimbulkan dari pemakaian narkoba tersebut, jadi sebisa mungkin kita harus menghindari pemakaian narkoba tersebut.

3.2    SARAN

Setelah mempelajari makalah ini, penulis mengharapkan agar para pembaca senantiasa menghindari pemakaian atau penyalahgunaan narkoba.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa kiranya tidak menutup kemungkinan terjadi berbagai kesalahan, oleh karena itu penulis pengharapkan kritikan dan saran dari pihak pembaca yang bertujuan untuk penyempurnaan makalah ini. Terima kasih.